Lewat Global Game Jam 2026, Acer Perkuat Ekosistem Developer Game Indonesia

Saut 03 Februari 2026 12:00

Abanggame - Dalam upaya mendukung perkembangan industri game nasional, Acer Indonesia melalui Predator Gaming Indonesia sukses menggelar Global Game Jam (GGJ) 2026 yang berlangsung selama 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Bandung. Didukung perangkat laptop gaming tipis berperforma tinggi mulai dari Predator Triton 14 AI, Predator Helios Neo 16S AI, Acer Nitro V15, serta Acer Nitro Lite, ajang ini mendorong peserta untuk mengembangkan ide, berinovasi, dan menghasilkan karya kreatif. 

Dengan menghadirkan berbagai perangkat laptop gaming tipis berperforma tinggi, Acer memberikan dukungan nyata agar para peserta dapat fokus berinovasi dan menghasilkan game berkualitas dalam waktu pengembangan yang terbatas.


Global Game Jam sebagai Ruang Strategis Talenta Muda


Global Game Jam dikenal sebagai salah satu event pengembangan game terbesar di dunia, di mana peserta ditantang menciptakan game dalam waktu 48 jam. Di Indonesia, ajang ini tak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pertukaran ide antar kreator.


Renaldy Felani, Marketing Communications Manager Acer Indonesia, menegaskan bahwa keterlibatan Acer dalam Global Game Jam merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap industri kreatif digital.


Menurutnya, Global Game Jam kini berkembang menjadi ruang strategis untuk mempersiapkan game developer lokal agar mampu bersaing di pasar global, bukan sekadar ajang adu kreativitas sesaat.


Predator Gaming Hadirkan Teknologi dan Ruang Kolaborasi


Menjawab pertumbuhan pesat industri game Indonesia, Predator Gaming Indonesia hadir membawa misi untuk memberikan dukungan menyeluruh. Dalam Global Game Jam 2026, Acer menyediakan perangkat gaming berperforma tinggi untuk menunjang seluruh proses pengembangan, mulai dari perumusan ide, desain visual, hingga pengujian game.


Tak hanya itu, Predator Gaming juga menghadirkan area showcase, sehingga hasil karya peserta dapat langsung dipamerkan dan dinikmati publik. Kehadiran ini terintegrasi dengan berbagai aktivitas lain seperti talkshow, workshop, sesi podcast, hingga diskusi bersama mentor dan praktisi industri game nasional.



Predator Helios Neo 16S AI dan Nitro V15 Jadi Andalan


Dua perangkat utama yang dihadirkan Acer dalam ajang ini adalah Predator Helios Neo 16S AI dan Acer Nitro V15, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembang game dari berbagai level pengalaman.


Predator Helios Neo 16S AI yang ditenagai Intel Core Ultra Processor dirancang untuk menangani workflow pengembangan game yang kompleks. Laptop ini mendukung proses visual intensif, AI-assisted development, hingga pengolahan aset game berat dalam waktu singkat, sehingga sangat ideal untuk game developer profesional maupun tim dengan target ambisius.


Sementara itu, Acer Nitro V15 hadir sebagai solusi yang lebih inklusif bagi developer pemula. Dengan dukungan GPU RTX 50 Series dan layar dengan refresh rate tinggi, perangkat ini memungkinkan eksplorasi grafis modern sekaligus memberikan performa stabil untuk proses belajar dan eksperimen pengembangan game.


Antusiasme Tinggi, Bukti Industri Game Lokal Terus Tumbuh


Global Game Jam 2026 mencatat 200 peserta terkonfirmasi, yang tergabung dalam puluhan tim dengan target menghasilkan sekitar 40 game baru selama acara berlangsung. Antusiasme ini semakin terasa berkat sinergi dengan LOKAPOPLAND Bandung, event pop culture lokal yang memperluas jangkauan audiens.


Tercatat lebih dari 1.200 pengunjung hadir dan berinteraksi langsung dengan karya game lokal, komunitas kreatif, serta berbagai aktivitas pendukung lainnya. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa minat terhadap industri game dan konten kreatif berbasis komunitas di Indonesia terus meningkat.


Komitmen Jangka Panjang Acer untuk Industri Game Nasional


Melalui Global Game Jam 2026, Acer tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia perangkat teknologi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan industri game Indonesia. Dukungan terhadap talenta muda, komunitas, dan developer independen diharapkan mampu melahirkan karya-karya game lokal yang kompetitif di pasar global.


Acer menilai bahwa investasi pada ekosistem kreatif dan teknologi adalah kunci untuk menciptakan industri game nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Seputar Game