Dari Nenek Biasa Jadi YouTuber Gaming: Perjuangan Sue Jacquot untuk Cucunya

Saut 18 Januari 2026 12:00

AbangGame - Dunia game kembali membuktikan bahwa video game bukan sekadar hiburan. Kali ini, kisah mengharukan datang dari Sue Jacquot, seorang nenek berusia 81 tahun yang secara tak terduga menjelma menjadi kreator konten Minecraft di YouTube. Semua itu ia lakukan demi membantu biaya pengobatan kanker cucunya, Jack Self, yang didiagnosis menderita sarkoma sejak 2024.


Keputusan Jacquot untuk terjun ke dunia gaming bukanlah rencana besar yang dipikirkan matang-matang sejak awal. Ia hanya seorang nenek biasa yang ingin melakukan apa pun demi melihat cucunya kembali sehat. Dari niat sederhana itulah, lahir sebuah cerita yang kini menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.


Jack Self dan Perjuangan Melawan Sarkoma


Jack Self, remaja berusia 17 tahun, harus menjalani lebih dari 200 sesi kemoterapi setelah didiagnosis mengidap sarkoma, jenis kanker langka yang menyerang jaringan lunak dan tulang. Proses pengobatan yang panjang dan mahal menjadi beban berat bagi keluarga.


Melihat kondisi cucunya yang terus berjuang, Sue Jacquot merasa tak bisa hanya berdiam diri. Ia ingin terlibat langsung, bukan hanya sebagai pemberi semangat, tetapi juga sebagai sosok yang ikut berkontribusi nyata dalam perjuangan finansial keluarga.


Belajar Minecraft Demi Lebih Dekat dengan Cucu


Beberapa bulan sebelum membuat kanal YouTube, Jacquot mulai belajar memainkan Minecraft. Awalnya, tujuan utamanya sederhana: ingin memahami dunia yang disukai Jack dan kakaknya, Austin Self.


Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa Minecraft bukan hanya alat untuk menjalin kedekatan emosional dengan cucunya, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk menyentuh hati orang lain.


Dengan bantuan keluarga, Jacquot mempelajari dasar-dasar gameplay, cara merekam layar, hingga mengunggah video ke YouTube. Proses ini tentu tidak mudah bagi seseorang yang tumbuh jauh sebelum era internet dan media sosial.


GrammaCrackers, Kanal YouTube yang Mengubah Hidup


Pada 22 Oktober 2025, Sue Jacquot mengunggah video pertamanya berjudul “The BEST START EVER in Minecraft – Part 1 di kanal YouTube bernama **GrammaCrackers**.


Tak disangka, video tersebut langsung viral. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, video debutnya telah ditonton lebih dari 644 ribu kali. Kanal GrammaCrackers pun berkembang pesat, mengumpulkan lebih dari 237 ribu subscriber.


Gaya bermain Jacquot yang polos, jujur, dan penuh kehangatan membuat banyak penonton merasa terhubung secara emosional. Ia bukan gamer profesional, tetapi justru itulah yang menjadi daya tarik utama.


Streaming Sambil Menggalang Dana Pengobatan


Setiap video yang diunggah Jacquot selalu menyertakan tautan menuju halaman GoFundMe untuk pengobatan Jack Self. Respon publik pun luar biasa.


Hingga saat ini, kampanye tersebut telah mengumpulkan lebih dari 44 ribu dolar AS dari target 100 ribu dolar, belum termasuk pendapatan dari iklan YouTube dan donasi langsung dari penonton.


Komunitas gaming menunjukkan solidaritas yang kuat. Ribuan komentar berisi dukungan moral, doa, dan cerita pribadi dari orang-orang yang pernah menghadapi situasi serupa.


Minecraft dan Kekuatan Game sebagai Jembatan Kemanusiaan


Minecraft, yang dirilis pada 2011, telah terjual lebih dari 350 juta kopi dan menjadi game terlaris sepanjang masa. Di YouTube, konten Minecraft telah mengumpulkan lebih dari satu triliun penayangan secara global.


Namun lebih dari sekadar angka, kisah Sue Jacquot membuktikan bahwa video game bisa menjadi medium empati, solidaritas, dan harapan.


Minecraft sendiri telah digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, simulasi teknik, hingga pelatihan desain. Kini, game tersebut juga menjadi alat untuk menyelamatkan nyawa, setidaknya bagi satu keluarga kecil di Amerika.


Bukti Bahwa Game Benar-Benar untuk Semua Usia


Sue Jacquot mematahkan stigma bahwa dunia game hanya untuk anak muda. Di usia 81 tahun, ia belajar teknologi baru, membangun komunitas, dan menggerakkan ribuan orang untuk berbuat baik.


Kisah ini menjadi pengingat bahwa industri game tidak hanya melahirkan kompetisi esports dan hiburan semata, tetapi juga cerita kemanusiaan yang menyentuh dan penuh inspirasi. 

Seputar Game