Myth Avenue Gaming Juara Dota 2 Asia Pacific Predator League 2025, Kembar Ghost Curi Perhatian

Saut 13 Januari 2026 12:00

AbangGame - Turnamen Asia Pacific Predator League 2025 resmi berakhir di New Delhi, India, dengan menghadirkan persaingan sengit dari tim-tim terbaik kawasan Asia Pasifik. Dari total 24 tim VALORANT dan Dota 2 yang berasal dari 14 wilayah berbeda, hanya segelintir yang mampu bertahan hingga akhir dan memperebutkan trofi prestisius Predator Shield.


Untuk cabang Dota 2, sorotan utama jatuh kepada Myth Avenue Gaming. Tim asal Malaysia ini sukses mempertahankan gelar mereka setelah menumbangkan REKONIX, tim kuat asal Indonesia yang sebelumnya tampil sangat dominan sepanjang turnamen.


Kemenangan ini terasa semakin spesial karena diraih lewat laga final dramatis, sekaligus menghadirkan cerita unik tentang dua saudara kembar yang akhirnya mengangkat trofi bersama.


Final Sengit Lawan REKONIX Berakhir Manis

Myth Avenue Gaming menghadapi ujian berat di partai puncak melawan REKONIX, tim yang sedang berada dalam performa terbaik setelah menyingkirkan InterActive Philippines di babak sebelumnya.


Pertandingan grand final berlangsung hingga tiga game penuh. Kedua tim saling jual beli serangan dan menunjukkan level permainan yang sangat seimbang. Namun, penentuan terjadi di game ketiga yang berjalan selama 41 menit penuh ketegangan.


Pada laga penentuan tersebut, Myth Avenue Gaming tampil sangat agresif dengan mencatat total 44 kill. Dominasi mereka terlihat jelas dalam team fight dan kontrol map, yang akhirnya memastikan kemenangan sekaligus mempertahankan Predator Shield.


Selain membawa pulang trofi, Myth Avenue Gaming juga berhak atas hadiah utama sebesar US$65.000.


Offlaner egxrdemxn Jadi MVP Turnamen

Salah satu pemain yang paling bersinar di laga final adalah offlaner mereka, egxrdemxn. Penampilannya konsisten sepanjang turnamen, namun puncaknya terjadi di game penentuan melawan REKONIX.


Berkat kontribusi besar di lini depan dan team fight, egxrdemxn dinobatkan sebagai MVP turnamen Dota 2 Asia Pacific Predator League 2025 dan membawa pulang bonus pribadi sebesar US$10.000.


Ghost, Mantan Pemain Nigma Galaxy Jadi Stand-in Tak Terduga

Turnamen ini juga menjadi ajang kembalinya Daniel “Ghost” Chan ke panggung kompetitif setelah sebelumnya berpisah secara mengejutkan dari Nigma Galaxy. Ghost tampil sebagai pemain pengganti atau stand-in untuk Myth Avenue Gaming.


Menariknya, Ghost tidak datang sendirian. Ia bermain bersama saudara kembarnya, LonelyChucky, yang merupakan pemain profesional Dota 2 asal Malaysia dengan peringkat #167 di leaderboard Asia Tenggara.


Menurut data Liquipedia, kedua saudara ini sudah lama bermain bersama sejak masa sekolah menengah dan sempat mengikuti berbagai turnamen skala kecil sebelum akhirnya kembali bersatu di ajang besar ini.


Pertukaran Role Demi Kekompakan Tim

Dalam susunan awal, LonelyChucky dikenal sebagai pemain core yang sering mengisi posisi safelane maupun offlane. Namun demi memberikan ruang terbaik bagi Ghost, Chucky rela berpindah ke role Hard Support, sementara Ghost mengambil posisi carry utama.


Keputusan ini terbukti sangat efektif. Ghost menjadi motor serangan tim dan tampil dominan di berbagai pertandingan penting, termasuk saat melawan REKONIX di Upper Bracket Final dan Grand Final.


Tumbangkan Unggulan Turnamen Lewat Reverse Sweep

REKONIX sejatinya difavoritkan menjadi juara. Tim Indonesia ini baru saja lolos ke BLAST Slam VI dan sedang berada di puncak performa di kawasan Asia Tenggara.


Di Upper Bracket Final, Myth Avenue Gaming lebih dulu memberi kejutan dengan menang 2-1. Ghost tampil luar biasa dengan hero seperti Shadow Fiend dan Abaddon.


Kedua tim kembali bertemu di grand final. REKONIX sempat unggul di game pertama dan membuat Myth Avenue Gaming terpojok. Namun secara mengejutkan, tim Malaysia ini bangkit dan melakukan reverse sweep, menutup seri dengan kemenangan 2-1.


Kemenangan tersebut mengukuhkan Myth Avenue Gaming sebagai juara turnamen dan membawa pulang hadiah utama.


Masa Depan Ghost Masih Jadi Tanda Tanya

Meski tampil luar biasa dan menjadi tulang punggung tim, besar kemungkinan Ghost tidak akan melanjutkan kariernya bersama Myth Avenue Gaming. Statusnya hanya sebagai stand-in, dan kualitasnya dinilai masih layak bermain di tim papan atas internasional.


Terlebih, kompetisi di Predator League tahun ini tidak diikuti oleh beberapa raksasa Asia Tenggara seperti OG, Execration, atau Nemesis. Namun, momen mengangkat trofi bersama saudara kembarnya jelas menjadi salah satu kisah paling emosional dan berkesan dalam karier Ghost.

Seputar Game