Seperti Telur Gulung, Kini Ada Laptop Gulung: Lenovo Pro Rollable 24 Inci Portabel

Saut 21 Januari 2026 13:00

Abanggame - Seperti Telur Gulung, Kini Ada Laptop Gulung: Lenovo Pro Rollable Bikin Dunia Gaming Tercengang


Lenovo kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu produsen paling berani dalam menghadirkan inovasi perangkat keras. Melalui sebuah prototipe bernama Legion Pro Rollable, perusahaan asal Tiongkok ini memperkenalkan konsep laptop gaming dengan layar yang bisa melebar dan menyusut secara mekanis. Bukan sekadar laptop dengan panel besar, perangkat ini menjadi yang pertama di dunia dengan teknologi layar gulung horizontal yang benar-benar fungsional.


Konsep ini langsung menarik perhatian karena menyasar segmen yang sangat spesifik, yakni atlet esports profesional. Selama bertahun-tahun, para pemain kompetitif mengandalkan monitor berukuran 24 inci sebagai standar latihan dan pertandingan. Masalahnya, ukuran tersebut mustahil dibawa bepergian. Di sisi lain, layar laptop konvensional yang berkisar 15 hingga 16 inci dinilai terlalu sempit untuk menjaga konsistensi sudut pandang dan kebiasaan visual saat bertanding.


Legion Pro Rollable mencoba menjembatani dua dunia tersebut. Dalam kondisi tertutup, laptop ini tampak seperti perangkat gaming biasa. Namun saat diaktifkan, panel OLED fleksibelnya akan mengembang ke samping, memperlebar area tampilan secara dramatis hingga setara monitor esports.


Mekanisme penggulungan layar ini mengandalkan sistem dual-motor presisi tinggi yang bekerja hampir tanpa suara. Lenovo juga menerapkan material khusus dengan tingkat friksi rendah untuk melindungi panel OLED dari gesekan selama proses ekspansi berlangsung. Sistem penegang internal memastikan permukaan layar tetap rata dan stabil, sehingga tidak muncul gelombang atau distorsi yang sering menjadi masalah pada teknologi layar fleksibel.


Menariknya, Lenovo tidak hanya menawarkan satu ukuran layar. Pro Rollable dirancang memiliki tiga mode tampilan berbeda. Mode pertama adalah ukuran standar 16 inci yang cocok untuk penggunaan harian, pekerjaan ringan, atau latihan mekanik presisi. Mode kedua memperluas layar hingga sekitar 21,5 inci, ideal untuk latihan taktis yang membutuhkan kesadaran periferal lebih luas. Mode ketiga merupakan ekspansi penuh hingga 24 inci, ukuran yang lazim digunakan di panggung turnamen internasional.



Pendekatan ini membuat laptop tersebut terasa seperti membawa tiga perangkat sekaligus dalam satu bodi. Bagi atlet esports yang sering berpindah negara, solusi ini dinilai sangat praktis karena mereka dapat mempertahankan pengalaman visual yang konsisten tanpa harus bergantung pada fasilitas venue.


Dari sisi performa, Lenovo tidak mengorbankan spesifikasi demi desain futuristik. Prototipe ini dibangun di atas platform Legion Pro kelas atas dengan prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5090 berbasis arsitektur Blackwell. Kombinasi tersebut menjanjikan performa grafis ekstrem, ray tracing generasi baru, serta dukungan teknologi DLSS 4 berbasis kecerdasan buatan.


Keberadaan GPU kelas tertinggi ini bukan hanya soal angka benchmark. Dalam dunia esports, kestabilan frame rate dan latensi rendah dapat menentukan kemenangan atau kekalahan. Lenovo juga menyematkan AI Engine+ yang didukung chip khusus LA Core untuk memantau beban sistem secara real-time. Teknologi ini mampu menyesuaikan konsumsi daya, mengatur pendinginan, serta mengoptimalkan FPS secara otomatis berdasarkan jenis permainan dan skenario penggunaan.


Dalam demonstrasinya, Lenovo menekankan bahwa laptop ini dirancang untuk menjaga performa tetap stabil bahkan dalam sesi latihan intensif berjam-jam atau pertandingan tim dengan tekanan tinggi. Sistem ini bekerja di balik layar tanpa memerlukan intervensi manual dari pengguna.


Selain memperkenalkan Pro Rollable, Lenovo juga memamerkan sejumlah inovasi lain, termasuk monitor “AI Frame Gaming Display” yang dilengkapi asisten pintar. Monitor tersebut dapat mengenali genre permainan dan secara otomatis menyoroti area penting seperti minimap, indikator misi, atau musuh. Fitur ini ditujukan untuk membantu pemain FPS dan MOBA meningkatkan kesadaran situasional dalam waktu singkat.


Tak hanya itu, Lenovo juga membawa versi terbaru dari handheld Legion Go yang kini menjalankan SteamOS secara native. Perangkat ini menggabungkan fleksibilitas konsol portabel dengan ekosistem PC gaming, ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme. Dengan akses langsung ke perpustakaan Steam dan sinkronisasi cloud, Lenovo tampaknya serius membangun ekosistem gaming lintas perangkat.


Meski terdengar menjanjikan, perlu dicatat bahwa Legion Pro Rollable masih berstatus prototipe. Lenovo belum mengumumkan rencana produksi massal maupun kisaran harga. Namun kehadirannya menjadi sinyal kuat tentang arah desain laptop gaming di masa depan, di mana ukuran layar tidak lagi menjadi batasan tetap.


Jika teknologi ini berhasil dikembangkan secara komersial, bukan tidak mungkin kita akan melihat standar baru laptop gaming yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna, baik untuk bekerja, bermain santai, maupun bertanding di level profesional.


Untuk saat ini, Legion Pro Rollable mungkin masih sebatas pameran teknologi. Namun seperti halnya konsep smartphone lipat beberapa tahun lalu, apa yang hari ini terlihat eksperimental bisa menjadi hal biasa di masa depan. Dan jika itu terjadi, laptop gulung mungkin akan menjadi simbol era baru dalam dunia komputasi portabel—ringkas di tas, namun luas saat digunakan.


Seputar Game