Kasus Gaji Pemain Berujung Fatal, Aero Esports Hilang dari Ekosistem MLBB

Admin 09 Januari 2026 12:00

AbangGame - Kabar ironis datang dari skena Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Asia Tenggara. Aero Esports resmi dijatuhi larangan permanen dari seluruh ekosistem esports MLBB setelah terbukti melakukan pelanggaran serius berupa penundaan dan kegagalan pembayaran gaji pemain serta staf. Keputusan tegas ini diumumkan langsung oleh Mobile Legends: Bang Bang Professional League Malaysia (MPL MY) usai melakukan investigasi mendalam.


Sanksi tersebut membuat Aero Esports tidak lagi diperbolehkan berpartisipasi dalam turnamen resmi MLBB apa pun di masa depan, termasuk MPL Malaysia dan kompetisi lain yang berada di bawah naungan MOONTON Games.


Investigasi MPL MY Ungkap Pelanggaran Sejak Oktober 2025


Berdasarkan hasil investigasi, Aero Esports diketahui memiliki kewajiban kontraktual yang tidak terselesaikan terhadap pemain dan pelatih tim MLBB mereka sejak Oktober 2025. Artinya, masalah ini telah berlangsung cukup lama dan mencakup dua musim kompetisi sekaligus, yakni MPL MY Season 15 dan Season 16.


Pihak MPL Malaysia menyebutkan bahwa organisasi tersebut gagal memenuhi tanggung jawab finansialnya, meski liga telah berulang kali berupaya menghubungi manajemen tim. Sayangnya, upaya komunikasi tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga kasus ini dinilai sebagai pelanggaran berat.


Larangan Permanen Berdasarkan Regulasi Liga


Keputusan menjatuhkan sanksi maksimal kepada Aero Esports mengacu pada Clause 5.1 Team Participation Agreement. Dalam aturan tersebut, liga memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan partisipasi sebuah tim apabila terbukti tidak memenuhi kewajiban keuangan atau melakukan tindakan yang mencoreng reputasi liga.


MPL MY menegaskan bahwa pelanggaran Aero Esports tidak hanya merugikan pemain dan staf, tetapi juga berpotensi merusak integritas kompetisi. Oleh karena itu, larangan permanen dinilai sebagai langkah paling tepat dan tegas.


Tak hanya timnya, pemilik Aero Esports juga dilarang untuk mendaftarkan atau mengelola tim apa pun di dalam ekosistem MLBB ke depannya.


Langkah Perlindungan untuk Pemain dan Staf


Di tengah sanksi berat tersebut, MPL Malaysia juga mengambil sejumlah langkah untuk melindungi hak pemain dan staf yang terdampak. Salah satunya adalah dengan menahan sebagian prize pool Aero Esports dari MPL MY Season 16.


Dana tersebut nantinya akan didistribusikan langsung oleh liga kepada pemain dan staf yang memiliki tunggakan gaji, berdasarkan hasil verifikasi pembayaran yang belum diselesaikan oleh organisasi.


Selain itu, seluruh pemain Aero Esports yang terdampak diberikan status free agent secara langsung. Dengan status ini, para pemain bebas bergabung dengan tim lain di ekosistem MLBB tanpa terikat kontrak lama, sehingga peluang karier mereka tetap terbuka.


MPL MY juga mendorong para pemain dan staf untuk menempuh jalur hukum jika diperlukan, demi memastikan hak-hak mereka terpenuhi sepenuhnya.


Aero Esports Gagal Ikut Transisi MPL MY ke Liga Franchise


Larangan permanen ini menjadi pukulan telak bagi Aero Esports, terutama karena MPL Malaysia tengah bersiap bertransformasi menuju format liga franchise setelah Season 16. Perubahan ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam pengembangan esports MLBB di Malaysia.


Menurut Fikri Rizal Mahruddin, selaku esports lead MOONTON Games Malaysia, MPL MY memang tidak akan sepenuhnya meniru sistem franchise di Indonesia dan Filipina. Namun, liga akan mengadaptasi data dan pengalaman dari kedua region tersebut untuk menciptakan model yang sesuai dengan ekosistem Malaysia.


Sistem franchise sendiri bertujuan menghadirkan stabilitas finansial jangka panjang bagi organisasi esports, yang pada akhirnya menjamin kesejahteraan pemain dan staf. Dengan dikeluarkannya Aero Esports, terbuka peluang bagi organisasi baru untuk mengisi slot yang kosong di MPL MY ke depannya.


Pelajaran Penting bagi Organisasi Esports


Kasus Aero Esports menjadi peringatan keras bagi seluruh organisasi esports, khususnya di skena MLBB. Profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab finansial bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama keberlangsungan sebuah tim.


Di tengah pertumbuhan industri esports yang semakin besar, kegagalan memenuhi hak pemain dapat berujung pada konsekuensi serius, termasuk dikeluarkan secara permanen dari ekosistem kompetitif.

Seputar Game